Selasa, 07 Juni 2011

Etika Pergaulan Remaja Dalam Pandangan Islam





Berbicara tentang remaja selalu mendapat tanggapan yang beraneka ragam. Sayangnya, sekarang ini kesan yang ada dalam benak masyarakat justru cenderung kebanyakan negatif. Dimulai dari perkelahian antar pelajar, pornografi, kebut-kebutan, tindakan kriminal seperti pencurian dan perampasan barang orang lain, pengedaran dan pesta obat-obat terlarang, bahkan yang sekarang lagi heboh adalah dampak pergaulan bebas yang semakin mengkhawatirkan. Apalagi sekarang terpaan media informasi di abad millennium ini semakin merambah dengan cepat. Di daerah yang tidak diduga sekalipun bahkan terpencil ada saja tempat untuk pemutaran film-film porno. Rental VCD bertebaran di setiap tempat, belum lagi media cetak yang demikian bebas mengumbar informasi sensual dan kemesuman
Satu masalah yang perlu mendapat perhatian serius adalah bebasnya hubungan antar jenis diantara pemuda yang nantinya menjadi tonggak pembaharuan. Islam sangat memperhatikan masalah ini dan banyak memberikan rambu-rambu untuk bisa berhati-hati dalam melewati masa muda. Suatu masa yang akan ditanya Allah di hari kiamat diantara empat masa kehidupan di dunia ini.

Islam telah mengatur etika pergaulan remaja. Perilaku tersebut merupakan batasan-batasan yang dilandasi nilai-nilai agama. Oleh karena itu perilaku tersebut harus diperhatikan, dipelihara, dan dilaksanakan oleh para remaja. Perilaku yang menjadi batasan dalam pergaulan adalah :

1. Menutup Aurat
Islam telah mewajibkan laki-laki dan perempuan untuk menutup aurot demi menjaga kehormatan diri dan kebersihan hati. Aurot merupakan anggota tubuh yang harus ditutupi dan tidak boleh diperlihatkan kepada orang yang bukan mahramnya terutama kepada lawan jenis agar tidak boleh kepada jenis agar tidak membangkitkan nafsu birahi serta menimbulkan fitnah.
Aurat laki-laki yaitu anggota tubuh antara pusar dan lutut sedangkan aurat bagi wanita yaitu seluruh anggota tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan.
Di samping aurat, Pakaian yang di kenakan tidak boleh ketat sehingga memperhatikan lekuk anggota tubuh, dan juga tidak boleh transparan atau tipis sehingga tembus pandang.

2. Menjauhi perbuatan zina
Pergaulan antara laki-laki dengan perempuan di perbolehkan sampai pada batas tidak membuka peluang terjadinya perbuatan dosa. Islam adalah agama yang menjaga kesucian, pergaulan di dalam islam adalah pergaulan yang dilandasi oleh nilai-nilai kesucian. Dalam pergaulan dengan lawan jenis harus dijaga jarak sehingga tidak ada kesempatan terjadinya kejahatan seksual yang pada gilirannya akan merusak bagi pelaku maupun bagi masyarakat umum. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman dalam Surat Al-Isra’ ayat 32:
“Dan janganlah kamu mendekati zina, Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk”
Dalam rangka menjaga kesucian pergaulan remaja agar terhindar dari perbuatan zina, islam telah membuat batasan-batasan sebagai berikut :
1.     Laki-laki tidak boleh berdua-duaan dengan perempuan yang bukan mahramnya. Jika laki-laki dan perempuan di tempat sepi maka yang ketiga adalah syetan, mula-mula saling berpandangan, lalu berpegangan, dan akhirnya menjurus pada perzinaan, itu semua adalah bujuk rayu syetan.
2.     Laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim tidak boleh bersentuhan secara fisik. Saling bersentuhan yang dilarang dalam islam adalah sentuhan yang disengaja dan disertai nafsu birahi. Tetapi bersentuhan yang tidak disengaja tanpa disertai nafsu birahi tidaklah dilarang.

Tata Cara Pergaulan Remaja
Semua agama dan tradisi telah mengatur tata cara pergaulan remaja. Ajaran islam sebagai pedoman hidup umatnya, juga telah mengatur tata cara pergaulan remaja yang dilandasi nilai-nilai agama. Tata cara itu meliputi :
a. Mengucapkan Salam
Ucapan salam ketika bertemu dengan teman atau orang lain sesama muslim, ucapan salam adalah do’a. Berarti dengan ucapan salam kita telah mendoakan teman tersebut.

b. Meminta Izin
Meminta izin di sini dalam artian kita tidak boleh meremehkan hak-hak atau milik teman apabila kita hendak menggunakan barang milik teman maka kita harus meminta izin terlebih dahulu

c. Menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda
Remaja sebagai orang yang lebih muda sebaiknya menghormati yang lebih tua dan mengambil pelajaran dari hidup mereka. Selain itu, remaja juga harus menyayangi kepada adik yang lebih muda darinya, dan yang paling penting adalah memberikan tuntunan dan bimbingan kepada mereka ke jalan yang benar dan penuh kasih sayang.

d. Bersikap santun dan tidak sombong
Dalam bergaul, penekanan perilaku yang baik sangat ditekankan agar teman bisa merasa nyaman berteman dengan kita. Kemudian sikap dasar remaja yang biasanya ingin terlihat lebih dari temannya sungguh tidak diterapkan dalam islam bahkan sombong merupakan sifat tercela yang dibenci Allah.

e. Berbicara dengan perkataan yang sopan
Islam mengajarkan bahwa bila kita berkata, utamakanlah perkataan yang bermanfaat, dengan suara yang lembut, dengan gaya yang wajar .

f. Tidak boleh saling menghina
Menghina / mengumpat hukumnya dilarang dalam islam sehingga dalam pergaulan sebaiknya hindari saling menghina di antara teman.
g. Tak boleh saling membenci dan iri hati
Rasa iri akan berdampak dapat berkembang menjadi kebencian yang pada akhirnya mengakibatkan putusnya hubungan baik di antara teman. Iri hati merupakan penyakit hati yang membuat hati kita dapat merasakan ketenangan serta merupakan sifat tercela baik di hadapan Allah dan manusia.

h. Mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat
Masa remaja sebaiknya dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan yang positif dan bermanfaat remaja harus membagi waktunya efisien mungkin, dengan cara membagi waktu menjadi 3 bagian yaitu : sepertiga untuk beribadah kepada Allah, sepertiga untuk dirinya dan sepertiga lagi untuk orang lain.

i. Mengajak untuk berbuat kebaikan
Orang yang memberi petunjuk kepada teman ke jalan yang benar akan mendapatkan pahala seperti teman yang melakukan kebaikan itu, dan ajakan untuk berbuat kebajikan merupakan suatu bentuk kasih sayang terhadap teman.

Demikian beberapa tata cara pergaulan remaja yang dilandasi nilai-nilai moral dan ajaran islam. Tata cara tersebut hendaknya dijadikan pedoman bagi remaja dalam bergaul dengan teman-temannya.Mudah-mudahan ini bisa kita jadikan renungan atau muhasabah

Kedudukan Wanita Sebelum dan Sesudah Islam




Wanita di Mata Orang-orang Yunani

          Dimata meraka, wanita sangat dilecehkan dan diejek. Sampai-sampai mereka mengklaim kaum wanita sebagai najis dan kotoran dari hasil perbuatan syetan. Bagi mereka, wanita sama rendahnya dengan barang-barang degangan yang bisa diperjualbelikan dipasar-pasar. Wanita boleh dirampas haknya, tidak perlu diberikan hak bagian harta pusaka dan juga tidak berhak menggunakan hartanya sendiri sekalipun.
          Itulah nasib kaum wanita pada waktu itu, begitu sengsara dan memprihatinkan.

Wanita di Mata Orang-orang Romawi

          Di zaman Romawi yang orang-orangnya memiliki semboyan cukup terkenal “Wanita Itu Tidak Punya Ruh”, kaum wanita mengalami berbagai macam siksaan yang kejam. Betapa tidak, seringkali mereka harus menahan panasnya minyak yang dituangkan ke tubuhnya yang sudah dikat pada sebuah tiang. Bahkan terkadang mereka diikatkan pada ekor kuda lalu dibawanya lari sekencang mungkin sampai mati.

Wanita di Mata Orang-orang Persia

          Menurut mereka, seseorang boleh saja menikahi ibunya sendiri, saudara perempuan kandung, tante, bibi, keponakannya dan muhrim-muhrimnya yang lain.
          Pada saat sedang menjalani haid, wanita akan diasingkan ketempat yang jauh diluar kota. Tidak ada seorang pun yang diperbolehkan menemuinya kecuali para pelayan yang hanaya bertugas menyiapkan makanan. Terlebih kalau seorang wanita kebetulan menjadi istri atau dibawah kekuasaan seorang laki-laki yang kejam dan diktator, maka nasibnya berada ditangan laki-lai itu, mau dibunuh atau dibiarkan hidup.

Senin, 02 Mei 2011

Setting Router


Setting Router Pada Windows Server
PC Router adalah Personal Computer (PC) yang digunakan sebagai Router (routing). Dan Routing merupakan cara suatu trafik / lalu lintas dalam jaringan dapat menentukan lokasi tujuan dan cara tercepat menuju ke tujuan tersebut sesuai dengan alamat IP yang diberikan, membagi IP Publik.
Kebutuhan yang diperlukan untuk desain jaringan dengan PC Route adalah :
*    Komputer dengan Sistem Operasi Windows 2003
*    Kartu Jaringan (NIC) 2 buah atau lebih
*    Kabel jaringan dan Switch
Langkah konfigurasi PC Router pada Windows 2003 Server : 
  Setting TCP/IP pada LAN Properties NIC 1 (IP Publik dari provider) 
IP Address                         : 203.112.54.121
Subnet Mask                     : 255.255.255.248
Default Gateway                : 203.112.54.119
Preferred DNS                  : 202.169.33.220
Alternative DNS                : 202.169.33.222
*    Setting TCP/IP pada LAN Properties NIC 2 (IP Lokal) 
IP Address                            : 192.168.10.1
Subnet Mask                    : 255.255.255.0
Default Gateway               : 203.112.54.121
Preferred DNS                 : 202.169.33.220
Alternative DNS              : 202.169.33.222
Kemudian setting routing yang ada pada administration tool Windows 2003 server, dengan cara :
  •  Pada Windows 2003 buka Start - Program - Administrative Tools - Routing and Remote Access. 
  • Akan muncul jendela “Routing and Remote Access” setelah itu klik kanan pada local computer (nama computer) dan pilih “Configure and Enable Routing and Remote Access”… Next.
  •  Pilih “Custom Configuration” terus klik next dan ceklist “LAN Routing” dari beberapa pilihan (konfigurasi standar LAN Roouting) … Next … Finish. 
  •  Secara otomatis akan mucul konfirmasi untuk menyalakan/mengaktifkan service routing lalu pilih Yes.
  •  Tanda Routing jika sudah aktif adalah pada label dekat tulisan local server akan berwrna hijau.
  •  Jadi dengan ini konfigurasi selesai dan PC Router sudah siap digunakan, tinggal seting TCP/IP pada Client/workstation.
Untuk setting TCP/IP pada LAN Properties  Klient :
IP Address                  : 192.168.10.2 (angka 2 ini bisa diganti antara >1 dan < 255)
Subnet Mask               : 255.255.255.0
Default Gateway          : 192.168.10.1
Preferred DNS            : 192.168.10.1
Alternative DNS          : 202.169.33.222 (bisa dikosongkan)
Setting Router Pada Linux Suse
Setting  Router  Pada  Linux Suse
Hal-hal yang Perlu Di perhatikan :

• PC yang akan di jadikan Router harus minimal mempunyai 2 Lan Card yang baik
• PC yang akan di jadikan Router harus sudah terkoneksi dengan jaringan atau pun dengan internet
Cara setting Router Pada Linux SUSE :
·        Loginlah ke Root lalu masuk Yast.
·        Lalu setting Network Devices, masuk ke Network Card tekan Enter, tunggu proses Initializing Network Configuration.
·        Konfigurasikan Network Card dengan memilih salah satu kartu jaringan atau Eth (Ethernet Card) yang ada pada kolom Aviable Area lalu pilih Configure..
·        Centang Static Address Setup lalu isikan IP yang dipakai, contohnya : 192.168.7.1
·        Isi pula Subnet masknya, contohnya : 255.255.255.0
·        Lalu pilih Routing tekan Enter.
·        Isilah Default Gatewaynya, contohnya : 10.0.0.1
·        Centang pula Enabled IP Forwading.
·        Pilih OK lalu Next.
·        Lakukan pula pada Ethernet Cardyang lainnya, tetapi IP dari Ethernet Cardnya tidak boleh ada yang sama.
·         Bila sudah tekan Finish.
·        Tunggu proses Saving Network Configuration yang sedang berjalan.
·        Lalu tekan Quit.
·        Bila ingin mencoba hasilnya Pinglah pada IP Client anda atau ping kepada Computer Server.
Bila sudah anda harus mengginstall software untuk brosing internet dengan cara sebagai berikut :
a.       Masukan CD SUSE 9.1
b.      Masuklah ke Yast, lalu pilih Software dan klik Install dan Remove Software.
c.       Pilih Filter dan pilih Search, pilih Search Pharase lalu ketikkan w3m dan tekan Enter.
d.      Kemudian pada Actions pilih Install Sourcess (SRPM) dan pilih Accept dan OK.
e.       Tekan Quit.
f.       Kemudian cobalah dengan mengetik w3m www.google.com untuk melihat hasilnya, bila keluar halaman google maka anda telah berhasil.

Register


REGISTER
Register adalah sebagian kecil memori komputer yang dipakai untuk tempat penampungan  data dengan ketentuan bahwa data yang terdapat dalam register dapat diproses dalam berbagai operasi dengan melihat berapa besar kemampuan menampung register tersebut.
Register dapat dibagi dalam 5 golongan, yaitu:
1.             General Purpose Register (Scratch-Pad Register), terdiri dari:
·      AX (AH + AL)      = Accumulator Register
·      BX (BH + BL)       = Base Register
·      CX (CH + CL)       = Counter Register
·      DX (DH + DL)       = Data Register
2.             Segment Register
·      CS                       = Code Segment Register
·      DS                       = Data Segment Register
·      SS                       = Stack Segment Register
·      ES                       = Extra Segment Register
3.             Pointer Register
·      IP                        = Instruction Pointer Register
·      SP                       = Stack Pointer Register
·      BP                       = Base Pointer Register
4.             Index Register
·      SI                         = Source Index Register
·      DI                        = Destination Index Register
5.             Flag Register


Ö GENERAL PURPOSE REGISTER

General Purpose Register terdiri dari emapt buah (4) register yang mempunyai kemampuan 16 bit dan dapat dibagi menjadi Register Low dan High Bits yang masing-masing berkemampuan 8 bit.
Register AX
Register AX merupakan register aritmatik, karena register ini selalu dipakai dalam operasi penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.
Setiap register general purpose mempunyai Register Low dan Register High, maka untuk AX register low-nya adlaah AL dan register high-nya adalah AH. Register AH merupakan tempat menaruh nilai service number untuk beberapa Interrupt tertentu.
Register BX
Register BX adalah salah satu dari dua register base Addressing Mode yang dapat mengambil atau menulis langsung dari/ke memori.
Register CX
Register CX merupakan suatu counter untuk meletakkan jumlah lompatan pada Loop yang anda lakukan.
Register DX
Register DX mempunyai tiga tugas, yaitu:
-     Membantu AX dalam proses perkalian dan pembagian, terutama perkalian dan pembagian 16 bit.
-     DX merupakan register offset dari DS
-     DX bertugas menunjukkan nomor port pada operasi port

Fungsi dari general purpose:
·           General purpose register dapat digunakan untuk berbagai fungsi oleh pemprogram.
·           General purpose register dapat berisi operand sembarang opcode.
·           Pada kasus-kasus tertentu, general purpose register dapat digunakan untuk fungsi-fungsi pengalamatan (misalnya, register indirect, displacement).
·           Pada kasus lainnya, terdapat partial atau batasan yang jelas antara register data dengan register alamat.



Ö REGISTER DATA

Register data hanya dapat dipakai untuk menampung data dan tidak dapat digunakan untuk kalkulasi dan alamat operand.

Ö REGISTER ALAMAT

Register alamat menyerupai general purpose register, atau register-register tersebut dapat digunakan untuk mode pengalamatan tertentu.

SIKLUS INSTRUKSI

Ö ALUR DATA PADA SIKLUS PENGAMBILAN
Langkah-langkah Siklus Pengambilan :
*      Alamat instruksi berikutnya dimuatkan ke PC.
*      Pindahkan alamat ke MAR pada bus alamat.
*      Kontrol unit menspesifikasi perintah READ.
*      Hasil (data dari memori) diletakkan ke bus data.
*      Data di bus data dikirim ke MBR.
*      PC menambah 1 nilainya.
*      Data (instruksi) dipindahkan dari MBR ke IR.
*      MBR sekarang bebas untuk fetch berikutnya.

Contoh aliran data pengambilan dalam operasi mikro :
t1:      MAR c (PC); memindahkan isi PC ke MAR
t2 :     MBR c (memory); memindahkan isi lokasi memory yang dispesifikasi        MAR    ke MBR
PC c (PC) +1; menambah 1 ke isi PC
t3:      IR c (MBR); memindah isi MBR ke IR


Ö ALUR DATA PADA SIKLUS TAK LANGSUNG
*             Setelah siklus pengambilan, siklus berikutnya adalah mengambil operand sumber.
*             Dengan asumsi format instruksi satu alamat, dimana pengalamtan langsung dan tak langsung diizinkan.
*             Apabila instruksi tersebut menspesifikasi alamat tak langsung, maka siklus tak langsung harus mendahului siklus eksekusi. Contoh aliran data tak langsung dalam operasi mikro :
t1 : MAR c (IRaddress)
t2 : MBR c (memory)
t3 : IRaddress c (MBRaddress)

Ö ALUR DATA PADA SIKLUS INTERUPT
*        Pada akhir siklus eksekusi, dilakukan pengujian keberadaan interupsi.
*        Bila terjadi interupsi, maka akan dijalankan siklus interupsi tersebut.
*        Sifat siklus interupsi sebuah mesin berbeda sekali dengan interupsi pada mesin lainnya. Berikut sebuah siklus interupsi dalam operasi mikro :
t1 : MBR c (PC)
t2 : MAR csave-address
PC croutine-address
t3 : memory c (MBR)

PIPELINING
   Alasan kenapa pipelining mempercepat proses :

Karena pada dasarnya Teknologi pipeline yang digunakan pada komputer bertujuan untuk meningkatkan kinerja dari komputer. Secara sederhana pipeline adalah suatu cara yang digunakan untuk melakukan sejumlah kerja secara bersamaan tetapi dalam tahap yang berbeda yang dialirkan secara kontiniu pada unit pemrosesan. Dengan cara ini, maka unit pemroses selalu bekerja.
NOOP
Perintah NOOP ( No Operation ) adalah Instruksi yang tidak melakukan kegiatan apapun. Perintah ini digunakan untuk memberitahu server bahwa client tidak akan melakukan sesuatu.. Perintah ini hanya dapat digunankan pada tahap TRANSACTION dan tidak memerlukan argumen. Server selalu memberi jawaban positif bila diberikan perintah ini.